ADAM, ARLIN (ed.). (2019) KAJIAN DISPARITAS SDM DAN KESEHATAN KEPULAUAN. NAS MEDIA PUSTAKA, MAKASSAR. ISBN 978-602-5662-75-1
SAMPUL.pdf
Download (226kB)
ABSTRAK.pdf
Download (172kB)
Kajian Disparitas SDM dan Kesehatan Kepulauan.pdf
Download (3MB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (272kB)
Abstract
ABSTRAK
Pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini menghadapi tantangan kompleks berupa fenomena
triple burden disease, yaitu meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular seperti hipertensi,
stroke, dan diabetes melitus; masih tingginya kejadian penyakit menular yang telah lama ada
seperti diare, demam berdarah dengue (DBD), dan malaria; serta munculnya penyakit menular
baru seperti SARS dan flu burung. Kondisi tersebut semakin diperberat oleh adanya disparitas
pelayanan kesehatan antara wilayah perkotaan, pedesaan, pegunungan, dan kepulauan. Wilayah
kepulauan memiliki tingkat kerentanan kesehatan yang lebih tinggi akibat keterbatasan akses
geografis serta distribusi sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang belum merata sesuai
kebutuhan masyarakat.
Pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah rentan, khususnya daerah kepulauan dan
terpencil, menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan kesehatan daerah. Meskipun
kebijakan desentralisasi kesehatan telah memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah
untuk merancang pembangunan kesehatan sesuai karakteristik lokal, berbagai kendala masih
ditemukan dalam menjamin ketersediaan, pemerataan, dan kualitas tenaga kesehatan.
Penelitian/kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi
keterpenuhan tenaga kesehatan di wilayah kepulauan dengan mengambil Kabupaten Pangkajene
dan Kepulauan (Pangkep) sebagai lokasi kajian. Pendekatan kajian dilakukan melalui analisis
kondisi ketenagaan kesehatan dan faktor-faktor yang memengaruhi distribusinya dalam
mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Hasil kajian menunjukkan bahwa permasalahan tenaga kesehatan di wilayah kepulauan tidak
hanya berkaitan dengan jumlah tenaga yang tersedia, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor
geografis, kebijakan, perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan, distribusi, serta dukungan
pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan strategi kebijakan yang inovatif dan berbasis
karakteristik wilayah (local specific policy) untuk meningkatkan pemerataan tenaga kesehatan di
daerah kepulauan dan terpencil. Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan
kebijakan pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil, efektif, dan
merata bagi seluruh masyarakat.
Kata kunci: pembangunan kesehatan, triple burden disease, tenaga kesehatan, wilayah
kepulauan, distribusi tenaga kesehatan.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Additional Information: | DOSEN DAN GURU BESAR UNIVERSITAS MEGA BUANA PALOPO |
| Uncontrolled Keywords: | pembangunan kesehatan, triple burden disease, tenaga kesehatan, wilayah kepulauan, distribusi tenaga kesehatan. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email lib@umegabuana.ac.id |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 03:28 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 03:37 |
| URI: | https://repository.umegabuana.ac.id/id/eprint/21 |
