Analisis Faktor Determinan Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Doda, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso

TENGE, WARNI (2025) Analisis Faktor Determinan Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Doda, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso. Masters thesis, UNIVERSITAS MEGA BUANA PALOPO.

[thumbnail of SAMPUL] Text (SAMPUL)
SAMPUL.pdf

Download (214kB)
[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (173kB)

Abstract

Abstrak
Stunting merupakan masalah kesehatan global yang berkontribusi terhadap gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini. Di Indonesia, kasus stunting masih menjadi prioritas nasional, khususnya di wilayah rural seperti Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, di mana faktor-faktor lingkungan dan sosial ekonomi mempengaruhi status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel tertentu, terutama jarak kehamilan dan faktor sosial budaya, terhadap kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji pengaruh faktor lain seperti usia ibu saat hamil, jumlah anak (paritas), status gizi ibu, pengetahuan reproduksi remaja, serta penggunaan kontrasepsi terhadap kejadian stunting.
Metode yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 75 balita yang mengalami stunting sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner yang disebarkan kepada orang tua atau pengasuh balita. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat dengan regresi logistik untuk menentukan faktor-faktor yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak kehamilan minimal dua tahun secara statistik berpengaruh signifikan terhadap kejadian stunting, dengan odds ratio sebesar 12,246 (p=0,035). Sebaliknya, variabel usia ibu saat hamil, jumlah anak, status gizi ibu, pengetahuan remaja, dan penggunaan kontrasepsi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap kejadian stunting dalam model analisis.
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pengaturan jarak kehamilan yang optimal, yakni minimal dua tahun, merupakan faktor utama dalam mengurangi risiko stunting. Implikasi penting dari temuan ini adalah perlunya pemberdayaan dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga dan pengaturan jarak kehamilan sesuai rekomendasi kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan bahwa intervensi berbasis edukasi dan peningkatan kesadaran keluarga dapat berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka stunting di wilayah tersebut dan mendukung upaya nasional dalam mengatasi masalah gizi kronis ini.
Kata kunci : stunting, faktor determinan, balita 6-59 bulan.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: ALUMNI UNIVERSITAS MEGA BUANA PALOPO
Uncontrolled Keywords: stunting, faktor determinan, balita 6-59 bulan.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email lib@umegabuana.ac.id
Date Deposited: 18 Aug 2026 01:00
Last Modified: 18 Aug 2026 01:00
URI: https://repository.umegabuana.ac.id/id/eprint/142

Actions (login required)

View Item
View Item