ANALISIS KADAR SERUM UROMODULIN DAN URINE ALBUMIN-CREATININE RATIO PADA SUBJEK DENGAN PENYAKIT GINJAL KRONIS

ANDIKA PUTRY, REZKY (2025) ANALISIS KADAR SERUM UROMODULIN DAN URINE ALBUMIN-CREATININE RATIO PADA SUBJEK DENGAN PENYAKIT GINJAL KRONIS. Masters thesis, UNIVERSITAS MEGA BUANA PALOPO.

[thumbnail of Sampul] Image (Sampul)
Sampul.png

Download (139kB)
[thumbnail of Abstrak] Text (Abstrak)
Abstrak .pdf

Download (136kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (160kB)

Abstract

ABSTRAK

REZKY ANDIKA PUTRY. Analisis Kadar Serum Uromodulin dan Urine Albumin-Creatinine Ratio pada subjek dengan Penyakit Ginjal Kronis (dibimbing oleh Yuyun Widangsih dan Fitriani Mangarengi)

Latar belakang: Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi dan progresivitas yang sering berakhir pada gagal ginjal terminal sehingga memerlukan kidney replacement therapy. Penilaian fungsi ginjal umumnya bergantung pada eGFR dan albuminuria, namun keterlibatan komponen tubulointerstisial sering terabaikan. Serum uromodulin (sUmod), protein tubular yang diproduksi di lengkung Henle, berpotensi menjadi biomarker tambahan untuk menilai integritas tubulus ginjal.
Tujuan: Menilai kadar sUmod dan uACR pada pasien PGK, serta hubungannya dengan stadium penyakit.
Metode: Penelitian deskriptif-analitik dengan desain potong lintang dilakukan pada
57 subjek PGK di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar. Subjek dipilih melalui consecutive sampling. Pemeriksaan sUmod dilakukan dengan metode ELISA, sedangkan data uACR diperoleh dari urin sewaktu dengan hasil semi-kuantitatif. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis, LSD, dan Chi-Square dengan signifikansi p<0,05.
Hasil: Mayoritas subjek adalah laki-laki (59,6%) dengan usia rata-rata 57±14 tahun. Stadium terbanyak adalah PGK stadium 5 (45,6%). Anemia ditemukan pada 94,7% subjek, dengan hipertensi (73,6%) dan DM tipe 2 (57,8%) sebagai komorbid dominan. Nilai uACR terbanyak pada kategori makroalbuminuria (56,1%), terutama pada stadium lanjut dan end stage. Rerata sUmod 1,08 ng/mL menunjukkan tren penurunan seiring peningkatan stadium, meskipun perbedaan antar stadium tidak signifikan (p>0,05).
Kesimpulan: Kombinasi uACR dan sUmod mencerminkan keterlibatan glomerulus maupun tubulus pada PGK. uACR meningkat, sedangkan sUmod menurun sesuai progresivitas penyakit, meski tanpa perbedaan signifikan berdasarkan stadium. Integrasi kedua biomarker ini berpotensi memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai status dan progresi PGK.

Kata kunci: Penyakit ginjal kronis, uromodulin, serum uromodulin, tamm-horsfall protein, sUmod, urine albumine-creatinine ratio, uACR, progresivitas

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: DOSEN PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UNIVERSITAS MEGA BUANA PALOPO
Uncontrolled Keywords: Chronic kidney disease, uromodulin, serum uromodulin, tamm-horsfall protein, sUmod,urine albumin-creatinine ratio, uACR ,progressivity
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email lib@umegabuana.ac.id
Date Deposited: 11 Aug 2026 08:20
Last Modified: 11 Aug 2026 08:20
URI: https://repository.umegabuana.ac.id/id/eprint/115

Actions (login required)

View Item
View Item