SATRIANI, SATRIANI (2025) PERAN BUDAYA PANTANG MAKAN DAN DUKUNGAN SOSIAL DALAM MEMPENGARUHI KEKURANGAN ENERGI KRONIS ( KEK ) PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN PASIMASUNGGU TIMUR KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR. Masters thesis, Universitas Mega Buana Palopo.
SAMPUL.pdf
Download (99kB)
ABSTRAK.pdf
Download (183kB)
Abstract
ABSTRAK
Peran Budaya Pantang Makan dan Dukungan Sosial dalam Mempengaruhi Kekurangan Energi
Kronis (KEK) pada Ibu Hamil di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar.
Dibimbing oleh [Nama Pembimbing I] dan [Nama Pembimbing II].
Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang dapat
meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan, persalinan, serta gangguan pertumbuhan
dan perkembangan janin. Kondisi KEK tidak hanya dipengaruhi oleh faktor biologis dan ekonomi,
tetapi juga oleh faktor sosial budaya, termasuk adanya praktik pantang makan selama
kehamilan serta dukungan sosial yang diterima ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis peran budaya pantang makan dan dukungan sosial dalam memengaruhi kejadian
Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten
Kepulauan Selayar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan [kuantitatif/kualitatif/mixed method] dengan desain
[cross-sectional/deskriptif analitik]. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pasimasunggu Timur
Kabupaten Kepulauan Selayar pada [bulan dan tahun penelitian]. Populasi penelitian adalah
seluruh ibu hamil di wilayah Kecamatan Pasimasunggu Timur, dengan jumlah sampel sebanyak
[jumlah sampel] responden yang dipilih menggunakan teknik [teknik sampling]. Pengumpulan
data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, pengukuran status gizi, dan dokumentasi. Data
dianalisis secara [univariat, bivariat, dan multivariat] untuk mengetahui hubungan serta
pengaruh budaya pantang makan dan dukungan sosial terhadap kejadian KEK pada ibu hamil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya pantang makan masih ditemukan pada ibu hamil
di Kecamatan Pasimasunggu Timur, terutama berupa larangan mengonsumsi makanan tertentu
yang dipercaya dapat memberikan dampak kurang baik bagi ibu maupun janin. Praktik pantang
makan tersebut berpotensi membatasi keragaman dan kecukupan asupan zat gizi ibu selama
kehamilan. Dukungan sosial dari suami, keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sosial juga
berperan dalam membentuk perilaku ibu hamil dalam memenuhi kebutuhan gizi. [Tambahkan
hasil statistik: nilai p, OR/PR, dan variabel yang paling berpengaruh sesuai hasil penelitian.]
Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa budaya pantang makan dan dukungan sosial
merupakan faktor sosial budaya yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan KEK pada ibu
hamil. Intervensi gizi perlu dilakukan dengan mempertimbangkan nilai dan kepercayaan
masyarakat setempat melalui edukasi yang sesuai budaya, peningkatan dukungan keluarga
terutama dari suami, serta penguatan peran tenaga kesehatan dalam memberikan konseling gizi
selama kehamilan.
Kata kunci: budaya pantang makan, dukungan sosial, Kekurangan Energi Kronis, ibu hamil,
Pasimasunggu Timur, Kepulauan Selayar.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | ALUMNI UNIVERSITAS MEGA BUANA PALOPO |
| Uncontrolled Keywords: | budaya pantang makan, dukungan sosial, Kekurangan Energi Kronis, ibu hamil, Pasimasunggu Timur, Kepulauan Selayar. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Psychology |
| Depositing User: | Unnamed user with email lib@umegabuana.ac.id |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 01:22 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 01:24 |
| URI: | https://repository.umegabuana.ac.id/id/eprint/110 |
